Perbedaan kodok dan katak lebih tepat dibaca sebagai perbedaan sebutan berdasarkan penampilan, bukan dua kelompok amfibi yang terpisah. Spesies katak dengan kulit kasar akibat kelenjar parotoid yang tampak seperti kutil cenderung disebut kodok. Pembedaan itu bersifat informal dan kosmetik, bukan pembagian taksonomi atau sejarah evolusi [1].
Ciri tubuh memberi petunjuk, bukan batas mutlak
Salah satu petunjuk yang kerap dikaitkan dengan sebutan kodok adalah tekstur kulit yang kasar dan keberadaan kelenjar parotoid. Namun, itu tidak berarti semua hewan yang disebut katak memiliki kulit halus atau bahwa ciri tersebut membentuk kelompok ilmiah tersendiri; istilah "kodok" tetap merujuk pada pembedaan informal [1].
Secara umum, katak dewasa memiliki tubuh gempal, mata menonjol, lidah yang melekat di bagian depan, tungkai terlipat di bawah tubuh, dan tidak berekor [1]. Ciri-ciri ini menggambarkan katak dewasa secara luas, bukan daftar yang membagi setiap kodok dan katak ke dalam dua kelompok berbeda.
Habitatnya beragam, tidak sesederhana air dan darat
Sebagian besar katak bersifat semiakuatik. Katak dewasa dapat hidup di air tawar maupun di daratan kering, sementara beberapa spesies beradaptasi untuk hidup di bawah tanah atau di pepohonan [1]. Karena "kodok" bukan kelompok taksonomi tersendiri, sebutan itu saja tidak cukup untuk menentukan habitat suatu jenis.
Kulit katak yang semipermeabel membuatnya rentan terhadap dehidrasi. Karena itu, katak hidup di relung yang lembap atau memiliki adaptasi khusus untuk menghadapi habitat yang lebih kering [1]. Hubungan antara kondisi tubuh dan habitat ini memberi gambaran yang lebih berguna daripada anggapan bahwa semua katak harus berada di air atau semua kodok hanya hidup di darat.
Keragaman amfibi melampaui satu ciri
Kelompok Anura tersebar dari daerah tropis hingga wilayah subarktik, dengan konsentrasi keanekaragaman spesies terbesar di hutan hujan tropis dan lahan basah terkait. Kelompok ini mencakup sekitar 88% spesies amfibi yang masih ada [1]. Luasnya sebaran dan keragaman itu mengingatkan bahwa ciri kulit saja tidak cukup untuk mewakili semua jenis atau cara hidupnya.
Jadi, kulit kasar dan kelenjar parotoid dapat membantu menjelaskan mengapa suatu jenis disebut kodok, tetapi bukan penanda bahwa ia berasal dari kelompok biologis atau habitat yang sepenuhnya berbeda. Untuk memahami keragaman amfibi dengan lebih cermat, ciri tubuh dan habitat perlu dilihat bersama—tanpa memukul rata semua jenis.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Katak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29965058&title=Katak (diakses 2026-10-03).